<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>

<channel>
	<title>Intipsaja.com</title>
	<atom:link href="http://intipsaja.com/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://intipsaja.com</link>
	<description>Tempat Ngintipin Tips-Tips Seru Seputar Hidup, Cinta &#38; Karir... ;)</description>
	<pubDate>Thu, 04 Mar 2010 11:04:03 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.6.1</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>Tips Memecat Karyawan</title>
		<link>http://intipsaja.com/career-tips/tips-memecat-karyawan.htm</link>
		<comments>http://intipsaja.com/career-tips/tips-memecat-karyawan.htm#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Mar 2010 10:58:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fayza</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Career Tips]]></category>

		<category><![CDATA[Miscellaneous Campur- campur Tips]]></category>

		<category><![CDATA[memecat karyawan]]></category>

		<category><![CDATA[menjadi atasan yang beretika]]></category>

		<category><![CDATA[phk tanpa hard feeling]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://intipsaja.com/?p=759</guid>
		<description><![CDATA[Ketika saya bilang&#8230; Terserah.. mau request tips apa saja.. Kebanyakan dari mereka merequest bagaimana sih cara mengatakan cinta, bagaimana sih cara tampil cantik, bagaimana sih cara agar diterima kerja.. Nah baru kemarin saya mendapat sharing dari seorang teman yang mengaku punya masalah dengan karyawannya dan ingin segera memecatnya.. Hmm.. I just wondering why, yup suka [...]


No related posts.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.intipsaja.com/wp-content/uploads/2010/03/donald-trump-catce-dot-boston.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-760" title="YE TELELVISON" src="http://www.intipsaja.com/wp-content/uploads/2010/03/donald-trump-catce-dot-boston-250x187.jpg" alt="" width="250" height="187" /></a>Ketika saya bilang&#8230; Terserah.. mau request tips apa saja.. Kebanyakan dari mereka merequest bagaimana sih cara mengatakan cinta, bagaimana sih cara tampil cantik, bagaimana sih cara agar diterima kerja.. Nah baru kemarin saya mendapat <em>sharing </em>dari seorang teman yang mengaku punya masalah dengan karyawannya dan ingin segera memecatnya.. Hmm.. <em>I just wondering why</em>, yup suka tidak suka yang namanya <em>like and dislike </em>dalam dunia kerja itu tetap ada. Jika memang atasan tidak merasa nyaman maka bisa jadi bawahan akan di-PHK, <em>well</em> kali ini tipsnya ditujukan untuk para atasan bukan para karyawan seperti biasanya. Tapi jika anda merasa sebagai karyawan dan merasa bos anda tidak nyaman dengan anda.. Hmm berhati-hatilah.. bisa jadi beberapa langkah dibawah ini akan ditempuh oleh atasan anda.</p>
<p>Sebenarnya, ada tiga aspek penting yang harus diketahui bila Anda bertindak sebagai orang yang melakukan pemecatan karyawan: legal, psikologis, dan sosiologis. Komponen legal melibatkan evaluasi tentang sisi hukum dan membuat keputusan bisnis yang masuk akal. Komponen psikologis meliputi membuka kesempatan bagi karyawan bersangkutan untuk berdialog dengan perusahaan agar ia kelak meninggalkan perusahaan dengan martabat yang masih utuh. Adapun komponen sosiologis termasuk mempertimbangkan pengaruh PHK terhadap karyawan lain yang masih bekerja, serta dunia luar.</p>
<p>Bila Anda sedang <strong>menyiapkan proses PHK karyawan</strong>, Anda mungkin bisa menyimak saran-saran dari Michael J Lotito. Ia seorang partner di firma hukum Jackson Lewis LLP, yang pernah memimpin konseling untuk berbagai perusahaan besar di Amerika, mengembangkan solusi strategis untuk isu-isu perburuhan dan pemegang jabatan, dan membantu mereka menerapkan strategi bisnis dan legal.</p>
<p><strong>1. Berikan penilaian yang obyektif</strong>. Bila sedang terjadi PHK besar-besaran, suasana kantor pasti sangat emosional. Maklum, saat itu, baik staf maupun para manajer, juga mengalami tekanan untuk tetap berprestasi. Keputusan untuk memecat pun seharusnya berdasarkan penilaian bisnis atau prestasi, bukannya ketidaksukaan pribadi (meskipun yang banyak terjadi adalah yang terakhir ini). Namun, tak seorang pun memiliki hak untuk memecat seorang karyawan tanpa prosedur yang melibatkan kesalahan atau kelalaian. Bila ada karyawan yang potensial untuk di-PHK, seharusnya ada skors secara administratif untuk memberikan perusahaan waktu yang cukup dalam mengumpulkan fakta-fakta dan melakukan penilaian terhadap karyawan bersangkutan. Bahkan, bila mungkin, berkonsultasi lebih dulu.<span id="more-759"></span></p>
<p><strong>2. Ciptakan jembatan untuk langkah selanjutnya</strong>. Memecat banyak karyawan sebenarnya bukan keputusan mudah bagi perusahaan karena hal ini akan memengaruhi reputasi mereka. Cara perusahaan meng-<em>handle</em> proses pemecatan dapat mempengaruhi kesuksesannya di masa depan dalam merekrut karyawan baru. Para pemegang jabatan harus berusaha membuat karyawan meninggalkan perusahaan tanpa kehilangan kepuasan atau rasa bangga telah bergabung dengan perusahaan selama ini. Penting juga bagi salah satu staf, entah <em>supervisor</em> karyawan tersebut atau seseorang di divisi pengembangan sumber daya manusia, untuk menerima keluhan karyawan. Perusahaan harus mampu membuat karyawan yang akan dipecat menyadari bahwa atasan (termasuk dari pucuk pimpinan) menghargai semua jerih payahnya, meskipun hubungan dalam perusahaan tidak lagi berlanjut.</p>
<p><strong>3. <em>Review </em>kembali catatan karyawan, dan teliti berkas-berkasnya</strong>. Jika seorang karyawan yang dipecat berusaha mencari bantuan hukum untuk diskriminasi yang dirasakannya telah terjadi (atau pun klaim yang lain), pengacara sang penuduh mungkin akan mencari pelanggaran-pelanggaran yang mungkin tidak pernah disadari karyawan tersebut. Anda sebagai pihak yang berwenang dalam perusahaan dapat menangkis klaim dengan mengevaluasi sebelumnya, apakah karyawan tersebut pernah melakukan pelanggaran mengenai cuti, jam kerja, atau gajinya, untuk memastikan bahwa pengacaranya tidak akan menemukan kejanggalan-kejanggalan yang mungkin pernah terjadi. Perusahaan harus mempertimbangkan untuk meminta karyawan tersebut menandatangani pernyataan bahwa karyawan tidak akan mengajukan tuntutan hukum mengenai PHK ini. Selain itu, karyawan juga perlu diingatkan untuk tetap menjaga rahasia perusahaan.</p>
<p><strong>4. Belajarlah dari pengalaman</strong>. Meskipun Anda mengira sudah menyiapkan dan melaksanakan pemecatan dengan lancar, sentimen karyawan mungkin tak akan sejalan dengan persepsi perusahaan. Usahakan untuk berdialog, baik dengan karyawan, maupun <em>supervisor</em>-nya untuk menerima masukan mengenai apa yang mereka pikirkan dan rasakan tentang keputusan dan kompensasi yang telah diberikan oleh perusahaan. Hal ini akan membantu mencegah kekhawatiran di antara karyawan lain yang seolah menunggu &#8220;giliran&#8221; untuk dipecat, dan juga memberikan masukan bagi perusahaan mengenai cara mengatasi situasi yang sama di masa depan.</p>
<p>source: femalekompas.com</p>


<p>No related posts.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://intipsaja.com/career-tips/tips-memecat-karyawan.htm/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Tips Taklukkan Hati Calon Mertua</title>
		<link>http://intipsaja.com/love-relationship-tips/tips-taklukkan-hati-calon-mertua.htm</link>
		<comments>http://intipsaja.com/love-relationship-tips/tips-taklukkan-hati-calon-mertua.htm#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Feb 2010 07:05:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fayza</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Love &amp; Relationship Tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://intipsaja.com/?p=629</guid>
		<description><![CDATA[Mau sukses mendapatkan si dia? hehe.. Dapatkan hati anaknya saja tidak cukup. Orang tua juga penting. Mau ijin apel kan harus baik-baikin bapak ibunya juga, mau ngajak ngedate juga harus ada ACC dari ortunya. nah bagaimana jika anda deg-degan duluan? Terutama buat mereka yang sudah siap seriuss..yus.. Ayuh.. Pacu adrenalin anda untuk mendapatkan hati &#8220;penjaga&#8221; [...]


No related posts.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://intipsaja.com/wp-content/uploads/2008/12/warna-warni.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-229" title="warna-warni" src="http://intipsaja.com/wp-content/uploads/2008/12/warna-warni-250x193.jpg" alt="" width="250" height="193" /></a>Mau sukses mendapatkan si dia? hehe.. Dapatkan hati anaknya saja tidak cukup. Orang tua juga penting. Mau ijin apel kan harus baik-baikin bapak ibunya juga, mau ngajak ngedate juga harus ada ACC dari ortunya. nah bagaimana jika anda deg-degan duluan? Terutama buat mereka yang sudah siap seriuss..yus.. Ayuh.. Pacu adrenalin anda untuk mendapatkan hati &#8220;penjaga&#8221; si dia.. Selamat mengintips <img src='http://intipsaja.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /><br />
Tips Pertama:  Jangan Takut</p>
<p>Banyak sekali calon menantu yang sudah duluan ketakutan sebelum bertemu dengan calon mertuanya. Di bayangan mereka, si bapak maupun ibu adalah sosok yang galak, penuh penilaian, mungkin tidak akan menerima mereka apa adanya, atau judes. Dan bayangan itu memenuhi kepala mereka selama pertemuan sehingga mereka menjadi kaku, sulit tersenyum, bahkan menjadi aneh. Karena itu, hilangkan dulu perasaan takut itu agar bisa bersikap normal dan percaya diri.</p>
<p>Tips Kedua:  Jadilah Pendengar Yang Baik</p>
<p>Ini adalah hal yang wajib dan jangan pernah dilupakan, apalagi jika calon mertua Anda super cerewet. Apalagi pada pertemuan pertama, cara Anda mendengarkan mereka bicara sangatlah penting, karena dari situ juga Anda dinilai. Jangan menerawang, jangan menyela di tengah percakapan, jangan lirik kanan kiri dan berikanlah ekspresi yang terbaik. Siapa tahu mereka langsung menyukai Anda dan memberi restu dari pertemuan pertama.<span id="more-629"></span></p>
<p>Tips Ketiga: Jadilah Diri Sendiri</p>
<p>Hal ini gampang dikatakan namun sulit dilakukan. Orang cenderung berpura-pura dan menjadi ‘orang lain’ dalam berbicara, berpenampilan, maupun yang lainnya untuk memberi kesan baik pada orang lain. Padahal menjadi diri sendiri asal tetap sopan dan ramah adalah cara paling baik untuk tetap berada dalam posisi aman. Dan yang paling penting, jadilah tulus dalam setiap perkataan dan perbuatan.</p>
<p>Tips Keempat:  Jangan Lupa Memuji</p>
<p>Dalam memuji, Anda jangan pernah berdusta atau mengatakan sesuatu yang berlebihan. Kalau memang wajah calon mertua sudah tampak seperti berusia 80 tahun padahal masih 60 tahun, jangan pernah bilang kalau dia awet muda, karena akan terkesan menghina. Carilah hal-hal yang memang menurut Anda patut dipuji. Seperti masakannya yang enak, keramahannya, atau baju hitamnya yang memang terlihat bagus dipakai.</p>
<p>Tips Kelima:  Jangan Lupa Tawarkan Bantuan</p>
<p>Jangan lupa tawarkan bantuan untuk apapun, seperti ikut membereskan meja makan sehabis makan malam di rumahnya misalnya. Aksi tidak egois sangat baik untuk meningkatkan kesan baik pada diri Anda.</p>
<p>Tips Keenam: Jaga Sikap Dengan Kekasih</p>
<p>Mungkin ini terdengar sebagai sesuatu yang sudah jelas. Tapi banyak yang lupa akan hal ini. Contohnya saja berbisik-bisik dengan kekasih di depan calon mertua, bermuka kesal terhadap kekasih di tengah acara makan malam karena suatu hal tertentu, atau bergelayutan mesra sambil sesekali mengelap keringat kekasih, bukanlah sesuatu yang pantas dilakukan untuk mendapat kesan yang baik. Banyak calon mertua yang masih merasa ‘anakku adalah milikku sendiri’. Jika Anda bertingkah terlalu mesra dengan kekasih, ada tipe mertua yang akan merasa Anda ‘mencuri’ anaknya sebelum waktunya. Hasilnya, Anda bisa ditolak mentah-mentah di pertemuan berikut.</p>
<p>Tips Ketujuh:  Jangan Lupa Bawa Sesuatu</p>
<p>Cari tahu dulu lewat kekasih Anda apa yang disukai oleh calon mertua. Kalau sudah tahu, maka di pertemuan pertama atau kedua jangan lupa dibawakan. Dan barang bawaan Anda jangan yang setengah-setengah melainkan harus yang terbaik. Karena itu jangan terlalu memaksa jika memang uang Anda tidak cukup atau kesempatan tidak ada untuk membawakan yang terbaik. Lebih baik tidak bawa apa-apa daripada bawa martabak yang tidak jelas rasanya hanya karena tidak punya waktu untuk pergi ke tempat martabak yang paling enak.</p>
<p>Tips Kedelapan:  Jaga Lidah Anda</p>
<p>Lidah adalah hal yang penting. Dalam percakapan, sebaiknya biarkan calon mertua yang mendominasi pembicaraan. Tapi kalau mertua Anda pendiam, jangan ikut-ikutan diam. Tanyakan beberapa hal tentang hobi atau kegiatan si calon mertua. Jika Anda yang disuruh bercerita, ingatlah untuk tidak sok tahu, tidak menyombongkan diri, tidak berbohong, tidak terlalu cerewet dan tidak berlebihan.</p>
<p>Tips Kesembilan:  Jadilah Sopan</p>
<p>Orang tua pasti suka anak muda yang sopan. Apapun kekurangan Anda, akan cenderung tertutup jika Anda adalah seorang yang sopan. Sering tersenyum, mengucapkan terima kasih pada pujian atau tawaran, memberi salam ketika datang dan pulang dan bersikap hormat adalah contoh-contoh yang sederhana.</p>
<p>Tips Kesepuluh: Dress For Success</p>
<p>‘Jangan nilai orang dari penampilannya’ tidak berlaku di sini. Walaupun Anda harus tetap jadi diri sendiri, perhatikanlah apa yang Anda pakai. Kalau Anda perempuan, jangan dandan berlebihan dengan rok mini atau baju super ketat jika tidak ingin dibenci ibu mertua selama-lamanya. Untuk pria, jangan pakai baju yang berkesan ‘tidak bersih’ atau ‘tidak wajar’ seperti kemeja berwarna kusam dengan celana jins robek. Jangan lupa kenakan parfum yang wanginya tidak menyolok supaya tidak bikin calon mertua Anda pusing.</p>
<p>Tips Terakhir: Bersiaplah Untuk Penolakan Yang Terburuk</p>
<p>Sudah jelas apa makna kalimat di atas. Calon mertua Anda bisa saja menolak Anda dengan cara tersadis dengan berbagai macam alasan. Pendidikan, penampilan atau alasan tidak jelas lainnya. Pada saat ditolaklah Anda bisa membuktikan apakah Anda seorang pejuang sejati atau tidak. Tetap hormati mereka sebagai orang tua dari dalam hati yang terdalam. Jangan pernah membenci mereka, karena tanpa Anda sadari, kebencian akan terpancar lewat raut muka dan cara bicara Anda, dan ini akan semakin memperdalam jurang pemisah antara Anda dan mereka.</p>
<p>Bismillah deh, saya yakin anda pasti bisa meraih hati orang tua si dia. Asalkan anda tulus dan sungguh-sungguh, pasti berhasil kok. Selamat mencoba</p>
<p>Source: untukku</p>


<p>No related posts.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://intipsaja.com/love-relationship-tips/tips-taklukkan-hati-calon-mertua.htm/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Tips Beradaptasi di Tempat Kerja Baru</title>
		<link>http://intipsaja.com/career-tips/tips-adaptasi-di-tempat-kerja-baru.htm</link>
		<comments>http://intipsaja.com/career-tips/tips-adaptasi-di-tempat-kerja-baru.htm#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Feb 2010 17:02:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fayza</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Career Tips]]></category>

		<category><![CDATA[beradaptasi di tempat kerja baru]]></category>

		<category><![CDATA[bergaul dengan rekan sekerja]]></category>

		<category><![CDATA[disukai atasan]]></category>

		<category><![CDATA[disukai teman sekerja]]></category>

		<category><![CDATA[how to be top employee]]></category>

		<category><![CDATA[menjadi karyawan baru]]></category>

		<category><![CDATA[menjadi top employee]]></category>

		<category><![CDATA[menyesuaikan diri di tempat kerja]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://intipsaja.com/?p=465</guid>
		<description><![CDATA[
Ada yang belum tahu ya kalau di intipsaja bisa request tips? Hehe.. Siapa saja boleh kok.. Ada syaratnya tapi.. Kudu sabar..  Soalnya saya juga kadang-kadang semangat posting-posting, kadang juga ketika sedang ada kesibukan freelance saya, intipsaja terpaksa diintip2 orang-orang saja tanpa postingan baru selama beberapa hari karena saya tidak menyentuh PC sama sekali. Selain [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://intipsaja.com/career-tips/tips-buat-pencari-kerja-hati-hati-dengan-iklan-lowongan-palsu.htm' rel='bookmark' title='Permanent Link: Tips Buat Pencari Kerja : Hati-hati dengan iklan lowongan Palsu'>Tips Buat Pencari Kerja : Hati-hati dengan iklan lowongan Palsu</a> <small>Pernahkan anda berpikiran sama dengan saya yang terkadang mencurigai iklan-iklan...</small></li><li><a href='http://intipsaja.com/career-tips/tips-atasi-gagal-melamar-kerja.htm' rel='bookmark' title='Permanent Link: Tips Atasi Gagal Melamar kerja'>Tips Atasi Gagal Melamar kerja</a> <small> Beberapa waktu lalu saia sempat bekerja di konsultan semacam...</small></li></ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.intipsaja.com/wp-content/uploads/2010/01/hrdotfludotedu.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-755" title="Business Meeting" src="http://www.intipsaja.com/wp-content/uploads/2010/01/hrdotfludotedu-250x217.jpg" alt="" width="250" height="217" /></a></p>
<p>Ada yang belum tahu ya kalau di intipsaja bisa <strong>request tips</strong>? Hehe.. Siapa saja boleh kok.. Ada syaratnya tapi.. Kudu sabar.. <img src='http://intipsaja.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> Soalnya saya juga kadang-kadang semangat posting-posting, kadang juga ketika sedang ada kesibukan freelance saya, intipsaja terpaksa diintip2 orang-orang saja tanpa postingan baru selama beberapa hari karena saya tidak menyentuh PC sama sekali. Selain itu agak lama merespon requestnya karena kalau saya nyari tips, saya merasa harus buka-buka buku, majalah, kliping, dan kalaupun saya sudah punya tipsnya, saya akan menulisnya dengan penambahan pengetahuan dan sumber-sumber lain. Kalau saya mentok ya saya browse2 kemudian saya ramu-ramu kayak jamu dan akhirnya jadi tulisan baru (saya tulis kok sumber-sumbernya -piss ^.&lt;v)<br />
Nah sekarang di postingan kali ini saya mau menuliskan tips request-an dari seorang teman. Teman saya nih sama seperti saya, orang baru di dunia kerja ;). Nah tentunya anda juga ada juga yang baru diterima kerja dan ingin memberikan yang terbaik untuk perusahaan, karena <strong>karir </strong>yang baik juga diawali dari penyesuaian diri yang baik bukan? <strong>Menyukai pekerjaan dan mencintainya </strong>sebenarnya juga sangat dipengaruhi dari bagaimana anda beradaptasi dengan lingkungan kerja, rekan kerja, dan kesan yang anda tunjukkan ke perusahaan. Nah.. Pertanyaannya sekarang.. Bagaimana <strong>caranya beradaptasi dengan baik di tempat kerja</strong>? Mau tau? Mari mengintips <strong>tips </strong>berikut .. -inTIPSaja.com-</p>
<p><strong><br />
1. Hargai Budaya Perusahaan</strong><br />
Jika perusahaan Anda, sesuai dengan karakter industrinya, misalnya mengharuskan karyawan untuk mengenakan busana formal ke kantor, tidak ada alasan bagi Anda untuk &#8220;nekad&#8221; memakai pakaian casual sesuka hati. Coba deh untuk memperhatikan bagaimana orang-orang berperilaku dan berinteraksi satu sama lain. Pelajari juga aturan-aturan yang tidak tertulis, namun dilakukan oleh semua orang di sekeliling Anda.<br />
<strong><br />
2. Open Mind, Membuka diri, Berbaur- lah!</strong><span id="more-465"></span><br />
Banyak hal berkaitan dengan proses internal bisnis yang mungkin asing bagi Anda. Selama bulan-bulan pertama bekerja, coba untuk membuka diri, bicara dengan teman satu tim untuk memahami berbagai proses dan prosedur yang ada. Anda punya kesempatan kok untuk memberi masukan, tapi terlebih dahulu dapatkan dulu kepercayaan dan respek dari tim.</p>
<p><strong>3. Ketahui dengan Baik Tugas-tugas dan Kewajiban Anda</strong><br />
Temui manajer atau atasan langsung, diskusikan mengenai cakupan pekerjaan anda. Ajukan pertanyaan, misalnya, apa prioritas dan isu terbaru yang perlu saya ketahui? Seberapa sering dan dalam bentuk apa saya harus meng-update laporan mengenai proyek? Bagaimana kinerja saya akan dievaluasi?<br />
Pemahaman yang jelas mengenai hal-hal tersebut akan membantu bekerja secara lebih efektif.</p>
<p><strong>4. Tahu kapan perlu bantuan</strong><br />
Faktor lain yang menentukan sukses anda sebagai karyawan baru adalah kesediaan untuk berterus-terang ketika anda memerlukan bantuan. Jika anda cenderung mengerjakan semuanya sendiri, tanpa pernah bertanya walaupun sedang menemui masalah, maka anda akan mudah melakukan kesalahan.</p>
<p><strong>5. Pelajari gaya-gaya berkomunikasi </strong>Luangkan waktu untuk bersosialisasi dan siap untuk hal-hal yang mendesak. Ada atasan yang lebih suka di-email, ada juga yang lebih mengutamakan komunikasi lewat telepon. Pelajari perbedaan-perbedaan seperti itu. Sebagai karyawan baru, anda akan sibuk dan pastinya punya kecenderungan untuk menunjukkan bahwa anda pekerja keras dan rajin. Namun, jangan sampai hal itu membuat anda lupa untuk bergaul dengan teman-teman sekantor. Dan, jadilah juga karyawan yang siap untuk mendatangi panggilan-panggilan mendadak dari atasan.</p>
<p><strong>6. Mintalah penilaian</strong><br />
Evaluasi resmi mungkin akan dilakukan tiga atau bahkan enam bulan kemudian. Tapi, anda bisa meminta supervisor atau manajer untuk memberikan penilaian pada bulan pertama, secara informal. Diskusikan apa yang kurang dari kinerja anda.  Jangan khawatir jika Anda mereka belum begitu mantap dengan posisi Anda. Memang, perlu waktu untuk merasa percaya diri dan &#8220;secure&#8221; terhadap pekerjaan anda. Selama anda senatiasa berusaha untuk mengambil langkah-langkah proatif untuk beradaptasi dengan lingkungan kerja, dan memberikan kontribusi yang positif, maka Anda telah berada di jalan yang benar untuk menjadi anggota tim yang bernilai.</p>
<p>Buat anda yang sudah lama bekerja, atau sekarang jadi manager, dan atasan perusahaan, bagi tips ke saya juga dong, selain empat point diatas ada tips lain tidak untuk lebih maksimal lagi menyesuaikan dirinya? Bagi-bagi yaa.. InsyaAllah bermanfaat untuk banyak orang.. -inTIPSaja.com-</p>
<p>Source: portalhr.com, milis indo-job.</p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://intipsaja.com/career-tips/tips-buat-pencari-kerja-hati-hati-dengan-iklan-lowongan-palsu.htm' rel='bookmark' title='Permanent Link: Tips Buat Pencari Kerja : Hati-hati dengan iklan lowongan Palsu'>Tips Buat Pencari Kerja : Hati-hati dengan iklan lowongan Palsu</a> <small>Pernahkan anda berpikiran sama dengan saya yang terkadang mencurigai iklan-iklan...</small></li><li><a href='http://intipsaja.com/career-tips/tips-atasi-gagal-melamar-kerja.htm' rel='bookmark' title='Permanent Link: Tips Atasi Gagal Melamar kerja'>Tips Atasi Gagal Melamar kerja</a> <small> Beberapa waktu lalu saia sempat bekerja di konsultan semacam...</small></li></ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://intipsaja.com/career-tips/tips-adaptasi-di-tempat-kerja-baru.htm/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Tips Mengenali Tipe Kecerdasan Anda</title>
		<link>http://intipsaja.com/school-and-study-tips/tips-mengenali-tipe-kecerdasan-anda.htm</link>
		<comments>http://intipsaja.com/school-and-study-tips/tips-mengenali-tipe-kecerdasan-anda.htm#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Feb 2010 00:30:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fayza</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Miscellaneous Campur- campur Tips]]></category>

		<category><![CDATA[Psychology &amp; life skill Tips]]></category>

		<category><![CDATA[School and Study Tips]]></category>

		<category><![CDATA[Harvard University]]></category>

		<category><![CDATA[How to know your inner gift]]></category>

		<category><![CDATA[macam-macam kecerdasan]]></category>

		<category><![CDATA[memaksimalkan potensi anda]]></category>

		<category><![CDATA[mengetahui kecerdasan anda]]></category>

		<category><![CDATA[tipe kecerdasan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://intipsaja.com/?p=290</guid>
		<description><![CDATA[Saya baru diprotes teman saya nih &#8220;Za tipsnya relationship semua nih, lha  ngga kepake sih buat aku yg jomblo&#8221; Hehehe.. maaf-maaf.. Relationship dan ranah-ranahnya memang kesukaan saya sih. Ya sudah-ya sudah..Kali ini tipsnya untuk para pelajar dan mahasiswa (eh tapi buat anda yang sudah berumur juga boleh kok..hehe.. berumur!) Tips berikut saya dapat dari kuliah [...]


No related posts.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.intipsaja.com/wp-content/uploads/2010/01/codrinarsenedotcom.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-743" title="codrinarsenedotcom" src="http://www.intipsaja.com/wp-content/uploads/2010/01/codrinarsenedotcom-250x150.jpg" alt="" width="250" height="150" /></a>Saya baru diprotes teman saya nih &#8220;Za tipsnya relationship semua nih, lha  ngga kepake sih buat aku yg jomblo&#8221; Hehehe.. maaf-maaf.. Relationship dan ranah-ranahnya memang kesukaan saya sih. Ya sudah-ya sudah..Kali ini tipsnya untuk para pelajar dan mahasiswa (eh tapi buat anda yang sudah berumur juga boleh kok..hehe.. berumur!) Tips berikut saya dapat dari kuliah psikologi kognitif saya, sebenarnya tidak diberikan oleh dosen sih, tapi saya dapatkan dari salah satu buku referensi yang ditemukan di psycho corner unair.<br />
Menurut Profesor dari Harvard nih, professor Howard Gardner, diluar sana setidaknya terdapat 10, bahkan lebih jenis kecerdasan (karena teori kecerdasan akan terus berkembang). Nah anda kecerdasan yang mana? Intips tips berikut ya, dimana di tiap poin dibawah ada ciri-ciri tertentu yang mungkin saja banyak yg cocok dengan keseharian anda.<br />
<strong>1.Kecerdasan Linguistik.<br />
</strong>Jika anda merasa asik dengan kegiatan menulis, membaca, menyimak dan berbicara, dan anda melakukannya dengan santai. Anda menyukai menghafal informasi dan menambah kosakata, anda juga adalah jago bercerita</p>
<p><strong>2.Kecerdasan Musikal<br />
</strong>Anda bisa mendeteksi ritme, pola dan tempo pada hal-hal yang tampaknya tidak memiliki faktor-faktor <span id="more-290"></span>tersebut -seperti kicau burung, suara jengkerik- Anda bisa mendengar nada dan titi nada, dan mungkin anda punya bakat dalam memainkan satu alat musik atau lebih. Anda menyukai banyak jenis aliran musik<br />
<strong></strong></p>
<p><strong>3. Kecerdasan Logika Matematika<br />
</strong>Anda secara naluriah meletakkan segala sesuatu di tempatnya dan mampu memahami penjumlahan -seringkali di luar kepala. Angka dan rumus matematika adalah hal sepele bagi anda, anda suka sekali permainan yang menantang otak, permainan logika, game, dan komputer.</p>
<p><strong>4. Kecerdasan Visual-Spasial<br />
</strong>Anda langsung tahu jika ada bangunan atau lukisan, atau orang yang kurang simetris. Jika anda atlet anda bisa menentukan dengan hampir sempurna berapa derajat yang dibutuhkan untuk mencetak angka untuk masuk ke gawang atau ring basket. Anda bisa secara imaginer memutarbalikkan bentuk-bentuk rumit, dan anda bisa menggambar apapun yang anda lihat. Anda jago membongkar dan merangkaikan kembali barang-barang dan anda..gila dengan GAME!</p>
<p><strong>5. Kecerdasan Tubuh Kinestetik<br />
</strong>Anda ahli menangangi dan memanipulasi objek, dan anda mampu menggerakkan tubuh dengan anggun dan santai. Anda suka sekali melatih tubuh hingga mencapai kondisi terbaik, dan anda mungkin bisa menirukan rang lain dengan sempurna. Anda mungkin berbakat dalam satu jenis kerjainan tangan atau lebih -memahat,menjahit, menenun, dll</p>
<p><strong>6. Kecerdasan Interpersonal<br />
</strong>Anda bisa memahami orang lain dengan mudah, mengetahui suasana hati dan perasaan mereka. Anda seorang pemimpin alami dan mediator handal. Anda bisa menghentikan pertengkaran antara dua teman anda dan masih bisa menjalin hubungan baik dengan keduanya</p>
<p><strong>7. Kecerdasan Intrapersonal<br />
</strong>Anda paham benar tentang diri anda sendiri. Anda amat mengerti akan perasaan, mimpi dan ide yang anda miliki, dan anda setia pada sasaran hidup anda. Anda suka menulis jurnal/ buku harian/ blog.</p>
<p><strong>8. Kecerdasan Naturalis<br />
</strong>Anda merasakan adanya kaitan yang mendalam antara jagat raya dan penghuninya -tumbuhan dan binatang. Anda suka meneiliti dan mengamati dunia luar. Anda berbakat dalam berkebun dan memasak</p>
<p><strong>9. Kecerdasan Eksistensial<br />
</strong>Anda suka sekali dan memiliki bakat bergulat dengan pertanyaan-pertanyaan sulit. Seperti hakikat hidup, hakikat mati, siapa kita sebenarnya, kenapa kita hadir di dunia ini, dan kenapa dunia ini tercipta. Hmm saya dulu di kuliah, semua kuliah filsafat saya dapat nilai A. Apa saya punya kecerdasan ini ya? Just wondering.. <img src='http://intipsaja.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </p>
<p><strong>10. Kecerdasan Spiritual<br />
</strong>Anda amat sensitif dan memiliki minat pada hal-hal yang bersifat spiritual dan religius. Mungkin juga anda pernah mengalami pengembaraan spiritual dan pencerahan. Atau bentuk lain yaitu anda bisa merasakan kehadiran &#8220;makhluk lain&#8221;.<br />
Kecerdasan-kecerdasan diatas jika diketahui akan bermanfaat lho untuk anda, jika lebih diasah lagi (apalagi dijadikan jalan hidup -baca:bekerja didalamnya-) akan membuat anda lebih maksimal,bahkan meningkatkan kepuasan hidup. Kecerdasan anda apa nih? Share yaa..</p>
<p>Sumber: The Gifted Survival Guide Oleh Juy Galbraith dan ji Delisle, 1996<br />
Sumber gambar: codrinarsene dot com</p>


<p>No related posts.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://intipsaja.com/school-and-study-tips/tips-mengenali-tipe-kecerdasan-anda.htm/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Tips Mengatur Waktu saat Part Time</title>
		<link>http://intipsaja.com/career-tips/tips-agar-tetap-punya-uang-walau-kerja-part-time.htm</link>
		<comments>http://intipsaja.com/career-tips/tips-agar-tetap-punya-uang-walau-kerja-part-time.htm#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 31 Jan 2010 16:31:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fayza</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Career Tips]]></category>

		<category><![CDATA[Miscellaneous Campur- campur Tips]]></category>

		<category><![CDATA[bagaimana menabung]]></category>

		<category><![CDATA[bekerja par time]]></category>

		<category><![CDATA[cara berhemat]]></category>

		<category><![CDATA[menyisihkan uang]]></category>

		<category><![CDATA[pekerjaan part time]]></category>

		<category><![CDATA[tips berhemat]]></category>

		<category><![CDATA[tips budgeting]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://intipsaja.com/?p=319</guid>
		<description><![CDATA[Berburu pekerjaan! Itu sepertinya adalah kata yang tepat untuk mendeskripsikan mereka yang baru saja lulus kuliah, hehehe.. seperti saya. Ada seorang teman yang tidak sampai satu minggu kelulusannya, dia sudah mendapatkan pekerjaan. Dia senang pada awalnya, namun karena kesibukan pekerjaannya dia jadi tidak punya waktu untuk dirinya sendiri, dia mengaku sangat jenuh dan akhirnya memutuskan [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://intipsaja.com/miscellaneous-campur-campur-tips/tips-menentukan-waktu-yang-tepat-saying-would-u-marry-me.htm' rel='bookmark' title='Permanent Link: Tips Menentukan Waktu Yang Tepat Saying &#8220;Would U Marry Me?&#8221;'>Tips Menentukan Waktu Yang Tepat Saying &#8220;Would U Marry Me?&#8221;</a> <small>Hmm... tips kali ini ekslusif buat mas Dian... Eheeemmm..siapa sih...</small></li></ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.intipsaja.com/wp-content/uploads/2010/01/deazdot-in.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-750" title="deazdot-in" src="http://www.intipsaja.com/wp-content/uploads/2010/01/deazdot-in-250x165.jpg" alt="" width="250" height="165" /></a>Berburu pekerjaan! Itu sepertinya adalah kata yang tepat untuk mendeskripsikan mereka yang baru saja lulus kuliah, hehehe.. seperti saya. Ada seorang teman yang tidak sampai satu minggu kelulusannya, dia sudah mendapatkan pekerjaan. Dia senang pada awalnya, namun karena kesibukan pekerjaannya dia jadi tidak punya waktu untuk dirinya sendiri, dia mengaku sangat jenuh dan akhirnya memutuskan untuk berhenti bekerja dan beralih menjadi pekerja part time. Bagaimana dengan anda? Adakah diantara anda yang bekerja sebagai part timer? Why not? Bekerja part time penghasilannya juga ada yang tidak jauh beda dengan bekerja fulltime, cuman bedanya anda tidak mendapat fasilitas ini itu. Ada kalanya pekerja part time merasa tidak aman jika suatu saat dirinya sedang sepi pesanan/job sementara pengeluaran tetap, untuk itu saya ingin menuliskan tips ini yang saya dapatkan dari artikelnya Maureen Tsu (penasihat keuangan dari San Juan Capistrano). Tidak ada salahnya kan anda sedikit berhemat, agar ketika &#8220;paceklik&#8221; tiba anda tetap bisa survive. Mari intip tips berikut.<br />
<strong><br />
1. Buatlah budget yang realistis</strong><br />
Pertama-tama, ketahuilah dahulu jumlah uang yang anda keluarkan tiap bulan, juga catat honor yang anda dapatkan, kurangi dengan dana tersisa di tabungan di akhir bulan, sekarang ingat untuk apa saja uang tersebut dikeluarkan. Kebanyakan orang melupakan barang yang dibeli dengan uang tunai, untuk minum kopi, pakaian, dll. Berhematlah dengan mengurangi dana &#8216;hura-hura&#8217; sebesar 10% bahkan lebih. Boleh percaya boleh tidak, tidak akan ada bedanya</p>
<p>Trik jitu: buat daftar barang yang harus dimiliki dan harus dikorbankan. Susun budget dalam tiga kategori: termahal, sedang, dan termurah. Kemudian terapkan tiap anggaran satu persatu perbulan<span id="more-319"></span><br />
<strong><br />
2. Hitung dana yang harus ditabung</strong><br />
Anda tentu tidak mau jatuh miskin kan kalau sudah tua? Tidak usah khawatir jika anda disiplin mengatur uang. Tetaplah menabung walau jumlahnya sedikit. Jika mau kerja part time beberapa tahun,segera kurangi dana yang semestinya masuk ke tabungan. Tapi jika memilih part time seterusnya, wajib sisihkan dana untuk pensiun, pendidikan anak atau lainnya, baru! angaran bulanan<br />
<strong><br />
3. Jujurlah dengan hutang yang harus dibayar</strong><br />
Hitung berapa batas kredit dan hutang yang bisa dibayar. Jangan tergantung credit card. Jika cashflow tidak mencukupi cicilan rumah, mobil dan kebutuhan lain, lebih baik tidak mencicil, karenaakan riskan<br />
<strong><br />
4.Siapkan dana taktis</strong><br />
Jangan lupa aturan lama: Punyalah cukup uang untuk memenuhi kebutuhan 3-6 bulan.Juga siapkan jika ada keadaan darurat seperti tiba-tiba jatuh sakit, kecelakaan. -www.inTIPSaja.com-</p>
<p>Source: Cosmopolitan Magz</p>
<p>Source picture: Deaz dot in</p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://intipsaja.com/miscellaneous-campur-campur-tips/tips-menentukan-waktu-yang-tepat-saying-would-u-marry-me.htm' rel='bookmark' title='Permanent Link: Tips Menentukan Waktu Yang Tepat Saying &#8220;Would U Marry Me?&#8221;'>Tips Menentukan Waktu Yang Tepat Saying &#8220;Would U Marry Me?&#8221;</a> <small>Hmm... tips kali ini ekslusif buat mas Dian... Eheeemmm..siapa sih...</small></li></ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://intipsaja.com/career-tips/tips-agar-tetap-punya-uang-walau-kerja-part-time.htm/feed</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
